Home| Karir| Hubungi Kami| Indonesia Indonesia| English English
Memahami Cost-Averaging

Ketika pasar sedang naik tinggi, pemodal umumnya ingin menanamkan investasi besar. Namun, memprediksikan puncak tertinggi dan titik terendah pasar tidaklah mudah bagi manajer yang sudah berpengalaman sekalipun. Daripada menunggu perkembangan ketika pasar jatuh, pemodal dapat beralih kepada strategi cost-averaging: menanamkan sejumlah investasi tetap secara rutin terlepas dari tingkat NAB.

Sebagai contoh, jika anda memilih Panin Dana Prima, dan berencana untuk menanamkan Rp 5 juta setiap bulan. Tabel berikut akan menggambarkan bahwa sesungguhnya anda akan membeli unit lebih banyak saat NAB rendah – dan lebih sedikit saat NAB tinggi.

Tanggal Pembelian Investasi (Rp) NAB/Unit Jumlah Unit yang Dibeli
1 Febuari 5 juta 2,500 2,000
1 Maret 5 juta 2,750 1,818.18
1 April 5 juta 3,100 1,612.90
1 Mei 5 juta 3,075 1,626.02
Total: 20 juta Rata-rata NAB: 2,856.25 Total: 7,057.10
* hanya untuk contoh. Tidak diperuntukan sebagai prediksi ataupun kinerja Panin Dana Prima yang sebenarnya.

Walaupun metode cost-averaging ini tidak menjamin keuntungan ataupun menghapus risiko, cara ini dapat menurunkan tingkat pengeluaran rata-rata per saham dalam jangka panjang.

Pemodal dapat memanfaatkan keadaan saat pasar saham terkoreksi melalui jadwal yang terencana, tanpa harus mengkhawatirkan kapan hal tersebut akan terjadi. Sebelum menjalankan strategi ini, pemodal diharap mempertimbangkan waktu yang tersedia dan bersiap menghadapi segala perubahan pasar. 

INFORMASI INDEX
IHSG -0.38%
5,685.30
LQ-45 -0.56%
940.76
ISSI -0.71%
184.69
Index Terakhir: 28 Apr 2017
Call Centre
  09:00 - 17:00 WIB
 
  021 29654222
Whatsapp Centre
  09:00 - 17:00 WIB | Chat Only
 
  0818 06990622
  0818 06990633
Selling Agent
Panin Sekuritas
Paying Agent
Bank Panin
Bank BCA Bank CIMB Niaga
Bank BRI Bank Mandiri